Posted in

Target Ekonomi 2026: Pemerintah Bidik Pertumbuhan 5 Persen Usai Tutup 2025 di Zona Hijau

0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

JAKARTA, Municipalfeefacts.com – Pemerintah Indonesia akhirnya secara resmi mengumumkan target ekonomi 2026 setelah menutup buku tahun anggaran 2025 dengan catatan positif. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (31/12/2025). Merespons tren positif tersebut, pemerintah langsung menatap tahun depan dengan penuh optimisme tinggi.

Menteri Keuangan (Menkeu) secara tegas menyampaikan angka proyeksi terbaru dalam konferensi pers akhir tahun di Jakarta. Pemerintah tetap membidik angka pertumbuhan ekonomi nasional berada di level aman, yakni di atas 5 persen. Tentu saja, penetapan sasaran pertumbuhan ini menunjukkan ambisi besar pemerintah di tengah perlambatan ekonomi global. Oleh karena itu, strategi makro tahun depan akan berjalan lebih adaptif dan agresif.

Strategi Capai Target Ekonomi 2026 Lewat Investasi Hijau

Selanjutnya, Menkeu memaparkan dua mesin utama yang akan menjadi pendorong roket untuk mencapai target ekonomi 2026 tersebut. Fokus pertama pemerintah adalah menggenjot sektor investasi hijau (green investment). Saat ini, investor global sedang berlomba-lomba mencari negara yang mendukung proyek ramah lingkungan.

“Kita harus menangkap peluang ini agar cita-cita pembangunan bisa tercapai dengan mulus. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah,” ujar Menkeu di hadapan awak media.

Di sisi lain, program hilirisasi industri tidak boleh berhenti di tengah jalan. Pemerintah berkomitmen melanjutkan pelarangan ekspor barang mentah. Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah produk di dalam negeri. Akibatnya, pabrik-pabrik pengolahan baru akan bermunculan. Dengan demikian, lapangan kerja akan terbuka luas bagi masyarakat lokal dan daya beli meningkat.

Waspada Geopolitik Demi Amankan Pertumbuhan

Kendati demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap risiko eksternal yang dapat mengganggu pencapaian sasaran fiskal ini. Menkeu meminta seluruh jajaran kementerian ekonomi untuk mewaspadai dinamika geopolitik global. Sebab, konflik yang terjadi di beberapa belahan dunia dapat memicu guncangan pada rantai pasok global sewaktu-waktu. Misalnya, kenaikan harga minyak dunia yang bisa membebani APBN.

Selain itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung utama ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah berjanji akan menjaga inflasi pangan tetap rendah. Bahkan, tim pengendali inflasi daerah siap bekerja ekstra keras memantau harga pasar agar stabilitas terjaga.

Sebagai penutup, Menkeu mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyambut tahun baru. Sinergi antara kebijakan fiskal yang sehat dan sektor riil yang kuat menjadi kunci utama realisasi pertumbuhan positif. Harapannya, kesejahteraan rakyat akan terus meningkat di tahun mendatang.

Baca Juga : Cuaca Akhir Tahun 31 Desember Didominasi Hujan, Masyarakat Diimbau Waspada

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %