
SURABAYA, municipalfeefacts.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sebelumnya telah memperingatkan ancaman penyakit pasca-banjir. Peringatan itu terbukti nyata pada Senin (12/1/2026) sore. Manajemen RSUD Dr. Soetomo melaporkan penerimaan pasien rujukan pertama dengan indikasi penyakit tersebut.
Pihak rumah sakit mengonfirmasi kedatangan tiga pasien rujukan dari Puskesmas sore ini. Ketiga pasien mengeluhkan kondisi klinis serupa. Gejala ini mengarah kuat pada Leptospirosis atau kencing tikus. Mereka mengalami demam tinggi mendadak dan nyeri otot hebat, terutama pada bagian betis.
Tim medis IGD RSUD Dr. Soetomo langsung bertindak cepat. Dokter menetapkan status mereka sebagai suspect. Petugas medis kini menangani ketiga pasien tersebut secara intensif di ruang isolasi.
Petugas juga telah menelusuri riwayat kesehatan para pasien. Ketiganya merupakan warga korban banjir kilat pada Sabtu (10/1) lalu. Dokter menduga mereka terpapar bakteri Leptospira saat membersihkan sisa lumpur. Kemungkinan besar, mereka bekerja tanpa pelindung diri di air yang tercemar urine tikus.
Kepala Dinkes Surabaya langsung mengambil langkah cepat merespons temuan kasus perdana ini. Ia menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk bersiaga satu. Instruksi ini berlaku bagi Puskesmas hingga rumah sakit di seluruh kota.
Dinkes meminta tenaga medis meningkatkan kewaspadaan dini (early warning system). Petugas harus segera mengenali pasien dengan gejala serupa. Langkah ini bertujuan mencegah keterlambatan penanganan dan risiko kematian.
Baca Juga : Fenomena Unik “Jastip” Air Galon: Wisatawan Borong Stok di Batu untuk Dijual ke Surabaya